0

Aku Sungguh Sayang Mereka..

Kurasa dekat akan lebih akrab. Rindu tidak akan terasa berat. Tapi, sakit hati makin terasa menjerat.

Rasa sayang memang terkadang membingungkan. Saat rasa sakit hati begitu dominan. Hingga akhirnya harus berani memutuskan, bertahan atau merelakan.

Biarlah jarak kembali memisahkan. Rasa rindu atau sakit hati yang harus bertahan untuk bersemayam. Atau akankah ada rasa baru yang akan menggantikan.

Aku hanya ingin bilang “Aku sungguh sayang mereka”. Meski sakit hatiku tidak sebanding dengan sakit hati serta rasa malunya. Aku sunggu sayang mereka. Meski jarak harus kembali memisahkan kita selamanya. Biarlah bahagia selalu bersamanya. Meski nanti aku tidak tahu mampukah aku bahagia tanpa mereka.
LA, 18 Juni 2018. Senin di hari setelah lebaran. Waktunya kembali mengejar impian. Selamat berjumpa kembali. Berbahagialah selalu. 🙂

Iklan
0

“Sahabat Sampai Surga, InsyaAllah”

Aku bersyukur bisa mengenal dia. Melewati hari demi hari masa abu-abu putih, hingga menyempatkan waktu untuk melepas kangen di hari kuliah dan kerja saat ini. Sebentar lagi dia sudah menemukan pendamping sehidup sesurganya. Barakallahu laka, semoga menjadi keluarga sakinah mawadah wa rahmah. Aamiin 🙂

Aku rasa akan semakin jarang waktu kita untuk berjumpa. Masa depan telah menyambut kita dengan senyuman ramahnya. Kita akan kembali bertemu wajah-wajah baru yang akan sedikit mewarnai kehidupan selanjutnya. Semoga terus bahagia. Allah menyayangi kita semua. :’)

Aku merasa malam ini akan menjadi kenangan yang tidak ingin terlupakan. Aku anggap sebagai kado untuk ulang tahunku besok pagi yang akan datang. Malam senin 10 juni 2018 di pasar malam kecamatan. Seperti gadis kecil yang merengek ingin naik gondola, yang istilah kerennya “Angkringan” ada yang menyebutnya “Tastasan”.

Waktu rasanya begitu singkat, aku yang berangkat ke rumahnya bersama teman, kemudian buka bersama, sholat berjamaah di masjid, main-main di pasar malam. Sampe temanku izin pulang duluan karena dicari orang tuanya. Jadi tinggal aku berdua bersenang-senang seperti masa kecil kurang bahagia. Diantarkan pulang ke rumah dan saat pamit pulang sandalnya sebelahan sama sandal ibuk, hingga akhirnya pergi menyusul untuk memberikan pasangan halal sandalnya.

Ya Allah berilah dia kebahagiaan, kedamaian hati, kecukupan rizky. Ya Allah, Ingatkan bahwa kita pernah sholat berjamaah di masjid sana. Saling mendoakan dalam kebaikan. Ya Allah, sayang sama sahabatku ini. Yang meski jauh masih begitu tulus mencinta saudaranya. Berbahagia mymumch. Semoga kita bertemu di surga Allah nantinya. Aamiin

Ramadhan di kampung halaman, Ahad 10 Juni 2018.

0

“Siapa? Dukun? Sejenis buah berwarna kuning kah?”

Masih terlalu pagi untuk memulai hari (yaa.. bagi jomblo yang masih asik menunggu panggilan kerja). Seperti biasa waktu masih menunjukkan pukul 6 WIB, di hari senin yang biasanya kita memulai hari dengan bekerja. Aku main ke tetangga depan rumah, menanyakan seputaran kain yang aku taruh untuk dijahit beberapa bulan yang lalu. Hingga akhirnya duduk sebentar dan aku mulai dihajar dengan berbagai pertanyaan seputar kerjaan.

Awalnya bertanya “Kamu mau kerja dimana? Ngelamar jadi guru lagi?”. Aku jawab saja “Di kota ini, iya dikasih tau temanku ada lowongan guru SMP”. Bahasan pun berlanjut yang intinya aku terkesan diceramahi panjang lebar dan dipojokkan. Okey, ini adalah resiko yg harus aku terima saat memutuskan pulang dari tanah rantauan setelah bekerja di kantoran 5 bulan.

Pertama mereka bilang soal gaji, semua tahu kalau gaji seorang guru honorer itu terlalu kecil. Awal-awal kerja mungkin 250 dan terbesar adalah 500rb setelah bertahun-tahun kerja, kalau diangkat jadi PNS, mungkin saja bisa makmur tapi yang namanya pengabdian itu cukup murah sekali. Kedua, kenapa jauh-jauh harus ke kota ini, apakah jadi guru di sekolah terdekat tidak bisa. Dengan gaji kecil kamu bagaimana makan sama tinggalnya. Seharusnya kamu mikir, lebih baik kerja di pabrik saja. Sebelumnya aku juga sudah melamar disalah satu yayasan terdekat, ada panggilan pertama kemudian masih samar-samar sampai saat ini (okey, anggap saja aku sudah tereliminasi). Dan, hal itu ditanyakan oleh mereka bagaimana kelanjutannya itu. Oh my Allah.. 😥

Ketiga, ini nih yang aku prihatin dari kebanyakan orang terutama di desaku tercinta ini. Masih percaya yang namanya dukun, orang yang disebut pintar karena mengetahui hal-hal gaib. Mereka dengan begitu santainya bilang “Ibukmu itu sejak kemaren2 sudah tak suruh pergi ke si A untuk tanya soal kemana kamu harus cari kerja, jodohmu itu dekat atau enggak, kamu udah gak berumur lagi tapi masih aja asik sendiri, tapi kekeh gak mau terus”.(Ambil napas dalam dan hembuskan perlahan, sabaar). Okay, sejak awal aku sudah bilang ke ibuk aku tidak percaya dukun, aku tidak mau langkahku mencari kerja ataupun jodoh ada campur tangan dukun. Bukannya berkah malah muncul musibah. Nah lo aku jadi kebawa emosi, sabaar. 

Mereka selalu bilang “Hari ini kalau tanpa campur tangan dukun itu sulit, kamu tahu mas B ini juga pakai dukun untuk masuk ke kampusnya dulu biar jadi ini. Bukan apa biar orang-orang yang melihatnya itu jadi wah. Si ini juga pakai dukun untuk tahu kerjaan ini cocok tidak, betah tidak dia disana”. Oh mbah dukun, eksistensinya mah luar biasa, apalagi sekarang lagi tenar gegara tayangan disalah satu stasiun tv.

Dukun, paranormal, orang pintar, adalah orang-orang yang bekerja sama dengan jin yang sukanya mencuri dengar rahasia langit. Bukankah segala hal yang gaib terjadi atas kehendak Allah. Kita hanya perlu untuk terus berusaha, kerja keras dan doa yang terus mengiringinya. Saat kita berniat ibadah, percaya dan yakin pada Allah bila memang sudah rejekinya tidak akan kemana. Meskipun ramalan dukun itu benar dan semuanya jadi mudah, tapi tidak akan berguna jika bukan keberkahan yang diterima.

Mendatangi dukun ibadah sholat tidak diterima 40 hari, termasuk syirik yang Allah sangat membencinya, karena kita telah menduakannya. Bukan apa, kita yang tidak ke dukun saja sudah ibadah semampu kita itu masih syukur kalau Allah terima, nah kalo masih ngegantung dilangit, yak apa coba. Aku selalu berdoa semoga para dukun itu kembali menemukan cahaya cinta Illahi, kembali menemukan hidayahnya. Semoga diri ini, keluarga dan tetangga senantiasa dicurahi hidayah untuk berada lurus dalam agama Islam yang benar, ditetapkan hati dalam teguhnya keimanan.

LA, Ahad pagi 4 juni 2018. Ramadhan kareem. Ya Allah teguhkan lah hati ini untuk lurus di jalan keimanan diatas kebenaran agamaMu. :’)

0

“Seperti Cacatan Depresiku”

Aku selalu menuliskannya. Apa yang aku rasakan saat itu juga. Saat-saat aku sedang bahagia, mengenang sesuatu yang indah sebelumnya, bahkan yang membuat hatiku terluka.

Aku selalu menuliskannya. Merangkai kata demi kata yang tidak bisa aku ungkapkan pada manusia. Yaa, manusia tidak ada yang bisa dipercaya, kecuali satu atau dua saja.

Aku selalu menuliskannya. Membacanya saat hari berlalu dan semuanya baik-baik saja, atau mungin lebih buruk keadaannya. Terkadang aku bisa tertawa, menangis bahkan tidak tahu harus bagaimana.

Aku selalu menuliskannya. Berharap akan ada satu cerita yang membuatku selalu bahagia. Bersama meraih cinta-Nya, dalam dekapan cahaya ukhuwah. Aku merindukannya. Sangat. :’)

LA, 2 juni 2018. Sabtu di bulan Ramadhan. Doaku, semoga aku bisa berkumpul dengan penuntut ilmu, Keluarga Allah para penjaga Al Quran. Bersama menjalankan sunnah Nabi. Aku merindukan lingkaran cahayaku. :’)

0

“Obrolan Malam Bersama Teman”

Malam mingguan para jomblo gak mesti kesepian kok, banyak hal yang bisa dilakuin. Malah keseringan lupa kalau malam minggu itu diidentikan dengan acara kencan orang-orang yang memiliki hubungan dengan lawan jenisnya.

Seperti malam-malam minggu lainnya, kalau kemaren ada acara shalawatan yang hampir dilakukan rutin malam minggu, tadi malam ada teman kampus dulu yang telpon lumayan lama. Seneng karena ada teman ngobrol, sesekali mengingatkan kenangan tempo dulu ketika masih asyik ngampus. 😀 

Banyak hal diomongin mulai dari masa kejombloan temen-temen yang telah berakhir bahagia dengan ditemukannya pangeran tercinta, sampai masalah saat seseorang itu berniat serius gak sih sama kita. Nah bahasan yang membuat baper berkepanjangan malam minggu ini. Dan, aku hanya akan menceritakan yang perlu aku ceritakan, lainnya adalah rahasia yang harus dijaga ke-orisinil-anya (belibet ngomongnya). 

Temenku yang nelpon ini orangnya begitu suka bercerita. Entah perasaanku atau gimana, cara cerita temenku ini kayak serial FTV yang bikin baper penontonnya. Berhubung aku pendengar yang baik, dan otakku bekerja dengan baik, maka munculah serenteten cerita mirip adegan FTV itu. Agak lebay, atau aku mikirnya yang terlalu kejauhan. Aah, seseorang selalu memiliki kisahnya yang unyu-unyu manjah kayak ftv itu. 

Cerita pertama saat dia mendatangi acara resepsi sahabatnya (mbak senior di organisasiku juga). Berhubung aku tidak ada di Madura, jadinya setiap moment bahagia temen-temen kampus dulu terlewat sudah, hanya bisa melihat foto kiriman dari teman dan didoakan lewat kejauhan. 😥 Naahhh…Cerita pas datang ke resepsian sih tidak jauh beda dengan kebanyakan, pasti ceritanya sesi foto-foto sama temen cewek dan cowok kampus atau tempat kerja (Nyesek moment itu dateng ke resepsian temen dan kita udah heboh amit2, dia yang nikahan tersenyum kecut ke kite kayak gak kenal, beneran ngelus dada). Kalau temenku ini ceritanya diajak selfie sama temen cowok organisasi dulu, ya meskipun selfienya bareng-bareng sama penganten sama orang lainnya. Katanya itu suatu moment langka, setelah 5 tahun berlalu diorganisasi gak pernah foto selfie bareng (jaim-jaim gituh).

Cerita yang kedua ini nih yang aku lebih tertarik, sesi curhatan juga sebenernya “Apakah si doi beneran serius same kite”, nah ini bahasan paling baper buat jombloan jomblowati yang ingin mencari cinta sejati. Saat ada lelaki yang sering chat, entah itu ngirimin berbagai macam bacaan mulai dari tausiyah sampai informasi lucu, kemudian suka chat lainnya. Lambat laun pastinya akan ada salah satu hati yang baper, dan itu pasti korbannya adalah wanita. Si perasa tingkat kecamatan ini pasti akan berpikir lagi, apakah ini lelaki suka sama dia atau tidak. Nah, tipe wanita itu juga macam-macam ada yang langung ditanyakan maksud chattingan selama ini apa, dan ada juga yang memilih diam (diam-diam tidak balas chat, diam-diam hapus nomor dan akun sosmednya dari kontak).

Kalau aku termasuk tipe yang kedua, gak berani bilang “Bang, elu kirim kek ginian ape maksudnye, gue baper tanggung jawab kagak lu”. Kalau pakai istilah kalem ala-ala temen aku jadi gini bunyi teksnya “Maaf ya mas, maaf banget sebelumnya, saya hanya ingin tanya maksud mas chat selama ini apa ya? Apakah chat dari mas ini hanya dikirimkan khusus buat saya atau dikirim ke teman-teman mas lainnya. Sebelumnya, saya berterima kasih atas kirimannya, tapi mas pasti tau bagaimana hati wanita kalau dikirimi chat seperti ini sama lelaki. Kalau misalkan mas mengirim ini ke semua teman mas termasuk saya untuk kedepannya mas tidak perlu repot2 lagi mengirimi. Saya hanya ingin lebih menjaga saja. Kalau memang mas ada niatan lain, mungkin bisa diistikharahkan. Mohon maaf sebelumnya. Terima kasih”. Uaawwww… panjang juga yaa. Pastinya aku tidak berani menuliskan respon dari doi soal pesan itu. Nyesek dot kom. Takut ketolak mentah-mentah, kalau setengah mateng mah enak-enak aja meskipun sama-sama bikin penyakit kebelakangnya.

Aku sih merasa malu kalau beneran harus tulis pesan sebanyak itu sama teman cowok yang suka chat. Soalnya aku merasa emang tidak ada yang penting, sebatas chattingan basa basi, baper mah sementara (iye sementara ilangnya tapi sering menghantui soalnya eman kalau doi pindah kelain hati). 😀

Lagi dan lagi hati wanita itu emang sensitif. Kalau beneran di seriusin uaaww.. siapkah dengan kejutan kejutan kedepannya. Tapii.. kalau doi biasa saja, ya mau gimana. Semua kembali kepada Allah yang memiliki hati hamba-hambanya. Kalau memang jodohnya insyaAllah dipermudah. Kalau belum jodoh nah ada doi yang lain yang siap menjemput dengan mobil putihnya. 😀

#2019GantiStatus InsyaAllah. Sama siapa, gak tau pokoknya #2019GantiStatus dari single lillah jadi duo barokah. Laah..
LA, 19 may 2018.

0

“Merelakan”

Masih disana, separuh hati setia bersama tuannya. Meski kata berpisah telah terucap atasnya.

Disana, senyuman hangat masih begitu terasa. Meski disini, tangis air mata tiada lagi guna.

Rela, satu kata untuk merubah semuanya. Saat cinta bukan lagi untuknya. Maka akan ada sayang yang datang dari lainnya.

Selamat berbahagia. 🙂

LA, 18 May 2018. 

0

“Rasa Yang Pernah Ada”

Pertama menyukai seseorang dari sebuah cerita. Seakan dia adalah orang yang baik juga bijaksana. Berpangkat Ketua Osis SMA yang pastinya memiliki sejuta pesona dari murid lainnya. Pertama kali masuk Sekolah sebagai murid baru. Pertama kali jumpa dan merasa bahwa dia adalah orangnya. Rasa yang pernah ada, bahwa rasa suka padanya sangat aneh kurasa.

Pertama berhubungan dengan seorang yang berbeda. Seorang wanita dengan lelaki yang disuka, tanpa saling jumpa hanya lewat dunia maya. 3 tahun lamanya tanpa ikatan yang pasti tentunya. Dan kini hanya tinggal kisah yang entah manis atau pahit rasanya.

Dia adalah rasa yang pernah ada. Dia adalah cinta pertama pada masanya. Dia adalah nama yang pernah kusebut dalam doa. Dan dia adalah seorang yang telah jauh disana dengan kisah yang berbeda. Berbahagialah bersama seseorang yang kau cinta disana. Dia adalah kisahku pada masa SMA.